Pertanyaan:
Apakah ada nasehat yang ingin Anda sampaikan kepada para penuntut ilmu?
Syaikh Dr. Shaleh bin Fauzan Al Fauzan hafidzahullah menjawab:
“Kami menganjurkan para penuntut ilmu agar menunaikan nasehat dengan ikhlas karena Allah, untuk Kitab-Nya, untuk Rasul-Nya, untuk para pemimpin kaum muslimin, dan untuk seluruh kaum muslimin, sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Dan sebagaimana Allah telah mengambil perjanjian dari mereka melalui firman-Nya:
وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَٰقَ الَّذِينَ أُوتُوا الكِتَٰبَ لَتُبَيِّنُنَّهُ لِلنَّاسِ وَلَا تَكْتُمُونَهُ
“Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil perjanjian dari orang-orang yang telah diberi Kitab: Hendaklah kamu benar-benar menjelaskannya kepada manusia dan jangan kamu menyembunyikannya”. (Qs. Ali Imran: 187)
Kami juga menasehati agar mereka mengikuti manhaj -metode- Al Quran dan Sunnah serta jalan yang ditempuh oleh para salaf umat ini dalam memberi nasehat dan penjelasan.
Dan hendaknya mereka berhati-hati serta menjauhi manhaj Khawarij dan Mu’tazilah, yang dalam metode nasehat dan penjelasan mereka menempuh cara memberontak terhadap para pemimpin kaum muslimin, melakukan celaan terbuka, kekerasan, dan tindakan yang menimbulkan penolakan.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
يَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا، وَبَشِّرُوا وَلَا تُنَفِّرُوا
“Mudahkanlah dan jangan mempersulit, berilah kabar gembira dan jangan membuat orang lari”. (HR. Bukhari no. 69 dan Muslim no. 1733).
Inilah wasiat kami kepada para penuntut ilmu, terlebih lagi para da’i.
Semoga Allah memberi taufiq.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad, serta kepada keluarga dan para shahabat beliau.
————————
Kitab “Al Ajwibah Al Mufidah”, hal. 270-271, cet. Dar Sabilil Mukminin Cairo.