Pertanyaan:
Pada zaman ini banyak bermunculan kelompok-kelompok, seperti Jamaah Tabligh, Ikhwanul Muslimin, Quthbiyah, dan lainnya. Apa nasehat untuk saya? Apakah saya perlu bergabung dengan kelompok-kelompok tersebut atau tidak? Mohon bimbingannya, semoga Allah memberkahi anda.

Syaikh Dr. Shaleh bin Fauzan Al Fauzan حفظه الله menjawab:
Bergabunglah dengan Ahlus Sunnah wal Jamaah, yaitu bersama orang-orang yang disifati oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam sabdanya:

مَنْ كَانَ مَا أَنَا عَلَيهِ وَأَصْحَابِي

“Yaitu mereka yang berada di atas apa yang aku dan para shahabatku berada di atasnya”.

Jadikan hadits ini sebagai manhaj -prinsip beragama- yang engkau tempuh. Siapa saja yang berada di atas manhaj Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan para shahabatnya, maka bersamalah dengannya. Dan siapa saja yang menyelisihi, maka jauhilah dia. Inilah tolok ukurnya.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak meninggalkan kita dalam keadaan bingung, bahkan beliau telah menjelaskan manhaj dan jalan yang harus ditempuh. Allah tidak mewafatkan beliau kecuali setelah agama ini disempurnakan dan nikmatnya dilengkapi. Beliau shallallahu alaihi wasallam meninggalkan umatnya di atas jalan yang terang-benderang, malamnya seperti siangnya, tidak menyimpang darinya kecuali orang yang binasa.

Sebagaimana sabda Beliau:

إِنِّي تَارِكٌ فِيكُمْ مَا إِن تَمَسَّكْتُم بِهِ لَن تَضِلُّوا بَعدِي كِتَابُ اللَّهِ وَسُنَّتِي

“Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kalian sesuatu yang jika kalian berpegang teguh kepadanya, kalian tidak akan tersesat sepeninggalku, yaitu Kitabullah dan Sunnahku”.

Dan beliau shallallahu alaihi wasallam juga bersabda:

مَن يَعِشْ مِنْكُم فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيْرًا فَعَلَيكُم بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ المَهْدِيِّينَ مِن بَعْدِي

“Barang siapa di antara kalian yang hidup setelahku, maka ia akan melihat banyak perselisihan. Maka wajib atas kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para khalifah yang lurus lagi mendapat petunjuk sepeninggalku”.

Maka siapa saja yang berjalan di atas manhaj ini, ikutlah bersama dengan mereka. Dan siapa yang menyelisihinya, maka jauhilah.

Kita tidak boleh terikat dengan nama si fulan, bukan pula dengan kelompok anu atau itu. Nama-nama tidak menjadi ukuran bagi kita, begitu pula partai dan kelompok. Yang wajib bagi kita adalah mengikuti Ahlus Sunnah dan kebenaran, yaitu Ahlus Sunnah wal Jamaah.

———————
Risalah “Madzhab Ahlis Sunnah fil Iman”, hal. 62-63, Syaikh Dr. Shaleh Al Fauzan. cet. Abdul Lathif Baasymil.

Scroll to Top